Hari Perawat Internasional, Forum Gerakan Aliansi Kesehatan Gorontalo Gelar Aksi Damai; PPNI Soroti Penguatan Regulasi Kesehatan Daerah

 

Gorontalo — Dalam momentum memperingati Hari Perawat Internasional, Forum Gerakan Aliansi Kesehatan Gorontalo menggelar aksi damai sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib dan kesejahteraan tenaga kesehatan, khususnya perawat di Provinsi Gorontalo.

Aksi yang berlangsung tertib tersebut diikuti oleh sejumlah tenaga kesehatan, mahasiswa kesehatan, dan aktivis daerah yang menyuarakan pentingnya perhatian pemerintah terhadap perlindungan profesi, kesejahteraan tenaga kesehatan, hingga peningkatan kualitas pelayanan kesehatan daerah.

Dalam orasinya, massa aksi menegaskan bahwa perawat merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan yang selama ini memiliki kontribusi besar bagi masyarakat, namun masih dihadapkan pada berbagai persoalan, mulai dari kesejahteraan, kepastian kerja, hingga perlindungan profesi.

“Kami hadir bukan untuk menciptakan kegaduhan, tetapi untuk menyampaikan aspirasi secara damai demi mendorong perhatian yang lebih serius terhadap tenaga kesehatan di Gorontalo,” ujar salah satu perwakilan Forum Gerakan Aliansi Kesehatan Gorontalo dalam orasinya.

Aksi tersebut mendapat respons positif dari keterwakilan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Gorontalo yang turut hadir menemui massa aksi. Dalam penyampaiannya, Fadli Syamsuddin, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.MB menjelaskan bahwa saat ini telah ditetapkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Kesehatan Daerah sebagai upaya memperkuat sistem kesehatan serta memperhatikan hak dan perlindungan tenaga kesehatan di daerah.

Fadli Syamsuddin menyampaikan bahwa berbagai aspirasi yang disuarakan oleh tenaga kesehatan akan menjadi perhatian bersama dalam proses penguatan regulasi kesehatan daerah ke depan.

“Kami mengapresiasi aspirasi yang disampaikan secara damai dan terbuka. Momentum Hari Perawat Internasional ini menjadi pengingat bahwa tenaga kesehatan harus mendapat perhatian serius, baik dari sisi perlindungan profesi maupun kesejahteraan,” ujar Fadli Syamsuddin.

Forum Gerakan Aliansi Kesehatan Gorontalo berharap Perda tentang Penyelenggaraan Kesehatan Daerah tersebut benar-benar mampu menjadi payung hukum yang berpihak kepada tenaga kesehatan serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Provinsi Gorontalo.

Aksi damai tersebut ditutup dengan penyampaian komitmen bersama untuk terus mengawal kebijakan kesehatan daerah secara konstruktif demi terwujudnya sistem kesehatan yang adil, profesional, dan berpihak kepada rakyat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *